Empat kursi, 144 ubin, dan sore yang tak terburu-buru. Kami menyiapkan meja untuk orang-orang yang menyukai kesenangan berpikir — tanpa taruhan, tanpa gengsi. Selalu ada satu kursi kosong untukmu.
Kami mulai dari satu meja pinjaman di sebuah kafe Menteng, tahun lalu. Yang datang malam itu bukan cuma pemain lama — ada mahasiswa, ada oma yang membawa cucunya, ada orang yang belum pernah menyentuh ubin sama sekali.
Sejak itu kami yakin: mahjong paling indah bukan saat dimenangkan, melainkan saat dibagikan. Jadi kami menjaganya tetap sederhana — tanpa taruhan, terbuka untuk siapa saja, dan pelan-pelan tumbuh dari kota ke kota.
Membaca peluang, sabar menunggu ubin yang tepat. Kemenangan datang dari perhitungan, bukan dari uang di atas meja.
Permainan berusia seabad yang kami rawat apa adanya — suara ubin diaduk, etika meja, dan cerita yang menempel di setiap set.
Oma dan mahasiswa di meja yang sama. Tiga jam berlalu, dan tiba-tiba kalian sudah saling kenal.
Dari Jakarta hingga Surabaya, komunitas mahjong tumbuh di kafe dan klub yang ramah. Temukan meja terdekat, atau bawa jaringan ini ke kotamu.
Punya kafe, klub, atau kelompok bermain? Bergabunglah dengan jaringan nasional dan tampil di peta Mahjong Indonesia. Gratis, tanpa taruhan.
Gabung Jaringan